Made Adi Wibawa Berbuat Penyelewengan Jabatan

Made Adi Wibawa Berbuat Penyelewengan Jabatan

Segala macam tindakan yang tujuannya untuk kepentingan karakter namun mubazir orang beda atau kelompok lain pasti bukan uni hal yang baik. Salah satu tindakan yang mencerminkan kacung tersebut adalah penyalahgunaan manfaat. Salah satu kasus yang masih hangat mengenai hal ini menyangkut Made Adi Wibawa yang ialah pemegang bagian terbesar daripada PT. Simasindo.

 

Untuk kasusnya sendiri meski hanya terkait Made Adi Wibawa selalu namun pun Gede Arie Suteja. Sebelumnya mereka dikenal karena skandal pengalihan yang mana kesepakatan rumpang PT. Simasindo dialihkan ke PT. Jatarupa. Dimana diketahui PT. Jatarupa merupakan milik dari Made Ari W.

 

Sehingga niat yang mana seharusnya PT. Simasindo siap membeli reksadana Narada meloncat menjadi PT. Jatarupa yang bisa membelinya. Sehingga kontribusi dari PT. NKI ataupun Narada Pangkal Indonesia tersebut menjadi milik PT. Jatarupa. Padahal tahu hal itu mereka sewajarnya tidak memiliki kewenangan yang bebas untuk melakukan taktik tersebut.

 

Selain itu kesumbangan dari itu berdua ialah adanya penggelapan dari transaksi keuangan yang mereka lakukan. Salah satu transaksi yang mereka lakukan yakni Repurchase Agreement (REPO) atas saham PT. Ratu Syah Energi (ARTI). Mereka diduga melakukan suatu tindakan berona penggelapan saham, dengan demikian kesepakatan yang tadinya mau dilakukan sebab PT. Simasindo dan pula PT. Ratu Prabu Daya menjadi kubra. Dimana dua-duanya sepakat untuk melakukan pembelian saham beserta harga khusus sesuai beserta kesepakatan menjadi gagal untuk dilakukan. https://medium.com/@yunus_81731/preskom-narada-made-adi-wibawa-dorong-milenial-berinvestasi-94f918b37338 itu jaminan yang berupa bagian atas gagalnya pembayaran deviden PT. Ratu Prabu Daya tercatat sederajat aset milik PT. Simasindo. Padahal sejatinya aset ityu merupakan satu buah hak mulai para pemegang saham serta mereka mengerjakan penjualan dengan sepihak yang mana tergolong ke pada penggelapan kekayaan perusahaan.

 

Oleh sebab itu selain peri reksadana Narada tadi tersebut berdua bermasalah mengenai permufakatan dengan PT. Ratu Syah Energi. Sungguh ada manifesto mengenai mereka berdua salah satunya untuk bisa menelusuri sirkulasi transaksi apa saja yang dilakukan sambil PT. Simasindo dengan amat akan tampak jelas pembiayaan yang dilakukan selama berikut untuk apa saja.