Perbedaan Hidrolik dan Pneumatik

Perbedaan Hidrolik dan Pneumatik

Banyak distributor hydraulic distributor pneumatic menawarkan beragam alat untuk memenuhi kebutuhan industri. Melainkan sebelum Anda salah memilih simak penjelasan kami tentang sistem hidrolik dan pneumatik berikut ini.

 

Sejak bertahun-tahun lalu manusia telah mengetahui energi perpindahan air, sedangkan manusia dikala itu belum mengenal kalau hal tersebut ialah prinsip hidrolik. Hidrolik yakni sebuah ilmu tentang pergerakan fluida yang tidak cuma terbatas pada fluida air saja. Sejak prinsip ini diketahui, manusia terus memaksimalkan prinsip ini untuk diaplikasikan di berjenis-jenis bidang kehidupan sehingga membuat kemajuan yang betul-betul pesat serta memudahkan kehidupan manusia.

 

Cara hidrolik ini mempunyai banyak keuntungan, sekiranya diperbandingkan sistem mekanika lainnya seperti pneumatik profit tersebut diantaranya kemudahan dalam pemasangan, bobot alatnya ringan, perawatan alat yang sedikit, serta mempunyai efisiensi hampir 100%. Sedangkan kekurangan cara ini membutuhkan lingkungan yang benar-benar bersih karena komponennya amat peka terhadap debu dan kotoran.

 

Komponen-bagian yang biasanya terdapat dalam sistem hidrolik antara lain, motor hidrolik yang berfungsi mengubah kekuatan tekanan fluida menjadi kekuatan mekanik, pompa hidrolik yang berfungsi untuk memindahkan fluida menjadi wujud kekuatan, serta katup yang dibedakan atas desain, fungsi dan metode kerja. Umumnya distributor hydraulic distributor pneumatic menyediakan bagian-komponen tersebut.

 

Pneumatik sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya angin atau udara. Jadi metode pneumatik yakni cara yang memanfaatkan udara yang disimpan atau dimampatkan untuk menghasilkan kekuatan. Cara pneumatik ini banyak dipakai dalam beragam sistem automasi. https://rafitama.com/ pemakaian sistem pneumatik dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai rem, buka tutup pintu, pelepas dan penarik roda-roda pesawat.

 

Sistem pneumatik ini juga memiliki banyak kelebihan, diantaranya aman kepada kebakaran, viskositas fluida yang lebih kecil diperbandingkan dengan cara hidrolik, memiliki penurunan yang relatif lebih kecil jikalau diperbandingkan sistem hidrolik, dapat disimpan dengan mudah sebab komponennya kecil, serta fluida kerja lebih muda didapatkan dan dipindahkan.

 

Melainkan dibalik banyak profit yang diperoleh dari metode pneumatic, metode ini malah memiliki sejumlah kekurangan. Kekurangan dari cara pneumatic tersebut antara lain, dapat terjadi pengembunan di dalam bagian, gaya yang ditransfer berjumlah terbatas, serta menghasilkan suara yang berisik.

 

Komponen-komponen yang lazimnya terdapat dalam sistem pneumatik diantaranya, merupakan kompresor yang diterapkan untuk meresap atau menghisap udara bebas di atmosfer lalu menyimpannya ke dalam tangki atau receiver, dehidrator yang berfungsi sebagai pemisah sisa uap lembab mana yang boleh ketinggalan saat udara melewati unit oil and water trap, pressure regulator yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara, serta restrictor yang merupakan pengontrol klep dalam metode pneumatic.

 

Kemudian perawatan alat pada kedua metode juga perlu diperhatikan yang pastinya memerlukan perawatan yang berbeda untuk mensupport alat yang diaplikasikan tetap berprofesi secara efektif. Perawatan tersebut dapat Anda tanyakan pada distributor hydraulic distributor pneumatic yang Anda ketahui.